BIPA sebagai Sentra Pendidikan dan kajian sains.

  • Whatsapp
Program BIPA merupakan program pendidikan. Orang asing yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing akan mencari tempat pengajaran BIPA. Terdapat tingkatan-tingkatan program Pendidikan BIPA, antara lain yang dari terkecil adalah Lokakarya Pengajaran BIPA seperti yang diadakan IALF Bali, sertifikasi Pengajar BIPA seperti yang diadakan APBIPA Bali di bawah pimpinan Nyoman Riasa, dan pada suatu kampus Jurusan Bahasa yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. BIPA sebagai Kajian (Sains) Program BIPA yang semakin maju pada saat ini, menjadikan BIPA sebagai suatu bidang ilmu yang kedudukannya sejajar dengan TEFL/TESOL. Minimal setahun sekali para pegiat BIPA seluruh dunia berkumpul untuk melaksanakan Forum Konferensi Internasional Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA). Dengan demikian tentu banyak sekali pemikiran atau gagasan dari terselenggaranya acara tersebut. Namun Alwasilah (dalam Riasa, 2007) mengungkapkan bahwa makalah-makalah yang disajikan dalam KIPBIPA mayoritas makalah hasil pemikiran. Namun, di ranah kajian penelitian, BIPA belum banyak dilakukan, hal ini menurutnya karena beberapa faktor, yang pertama, kurangnya Kerjasama antar lembanga, kedua, kesinambungan kegiatan BIPA sering terkendala, ketiga, lembaga BIPA non-perguruan tinggi tidak berminat mengadakan penelitian karena menganggap bukan tugas dan tanggung jawabnya. Di samping itu, minat untuk menekuni BIPA tergolong rendah karena BIPA kegiatannya bersifat musiman, belum menjanjikan sebagai sebuah profesi, sehingga kegiatan penelitian BIPA juga akan berdampak. I Made Sujana (2012) dalam makalahnya mengatakan terkait peluang penelitian BIPA dapat ditelisik dari berbagai sudut pandang. “Penelian ke-BIPA-an dapat terkait dengan masalah-masalah kompetensi pedagogis, kompetensi profesional (akademis) maupun masalah-masalah yang terkait dengan pemahaman lintas budaya (CCU). Secara lebih rinci, kegiatan penelitian dapat berupa analisis kebutuhan pebelajar BIPA, rancangan kurikulum/silabus dengan berbagai pendekatan pengembangan bahasa asing/bahasa kedua (seperti theme-based, skill-based, function and notion, structural-based approaches, dll), penelitian tindakan kelas atau penelitian eksperimen terkait dengan penggunaan berbagai model pembelajaran bahasa asing untuk meningkatkan berbagai ketrampilan dan aspek kebahasaan, penelitian tentang analisis kesalahan berbahasa (lisan maupun tulis), penelitian tentang Tatabahasa untuk BIPA (teknik pengajarannya dan aspek-aspek yang sulit dipelajari oleh penutur asing), penelitian tentang pemahaman lintas budaya yang melatarbelakangi penggunaan bahasa dan kendala-kendala yang dihadapi oleh penutur asing dari negara berbeda, dan masih banyak lagi yang bisa digali dari penelitian BIPA.”

Pos terkait