Ruang Lingkup Bahan dan Sumber Pengajaran BIPA

  • Whatsapp
Undangan Digital
Menurut Iskandarwassid (2011: 269) ruang lingkup pengajaran BIPA meliputi kebahasaan, kecapakan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis) dan apresiasi sastra. Selanjutnya sumber ajarnya bisa dari sumber tertulis dan lisan. Sumber tertulis meliputi buku, majalah, surat kabar, dokumen, surat, iklan, pengumuman, karya sastra, lagu dan sebagainya. Adapun sumber lisan meliputi: pidato, sambutan, diskusi, percakapan resmi dan tidak resmi, siaran radio, televisi dan lain-lainnya. Bahan Ajar yang tersedia untuk pengajar BIPA di Indonesia masih sangat kurang. Sementara saat ini buku-buku BIPA yang tersedia dan dapat diklasifikasikan hanya memiliki dua kategori yaitu 1. Buku Bipa dengan menggunakan Bahasa Pengantar Bahasa Indonesia 2. Buku BIPA yang menggunakan bahsa pengantar B1 siswa. Pada kedua kategori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kategori pertama, Siswa diberikan motivasi untuk belajar memahami Bahasa Indonesia secara langsung dengan keras. Namun kelemahannya jika hal ini diterapkan namun tidak dengan pengajar penutur BIPA asli maka sangat mungkin terjadi kesalahpahaman. Kategori kedua, Buku kategori kedua ini akan membuat siswa belajar dengan menggunakan metode terjemahan. Jadi para siswa tidak perlu mencari makna kata pada kamus, karena semua materi yang akan diajarkan sudah diterjemahkan dalam Bahasa mereka. Kelebihannya, pengajar yang ber-B1 dalam Bahasa tersebut akan mudah memahaminya. Dengan demikian para guru haruslah mempu menyeleksi buku yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran BIPA kepada murid yang ajarnya. Sistem Evaluasi Pengajaran BIPA membutuhkan suatu bentuk evaluasi untuk melihat keberhasilan yang telah dilakukan. Pembuatan alat, menentukan indikator keberhasilan, penskoran sampai perbaikan merupakan suatu hal harus dilalui pengajar BIPA. Evaluasi dapat dilakukan secara sumatif yaitu pada akhir program atau dengan evaluasi yang diberikan pada saat pembelajaran berlangsung.
Baca Juga :  Merdeka Belajar di Era New Normal
Hal tersebut untuk mengetahui perubahan pelajar dan keefektifan proses pembelajaran itu sendiri. Evaluasi lebih baik jika pelajar ikut serta di dalamnya, guna mengetahui sendiri sejauh mana kemampuan masing-masing pelajar. Bentuk evaluasi bisa disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan pada proses pengajaran yang telah dilakukan. Pengajar BIPA secara bebas menentukan dan membuat sendiri sistem evaluasi dan tentunya berdasarkan kemampuan dan tingkatan pelajar BIPA.

Pos terkait