Konsep Pendidikan Paulo Freire dan Konsep belajar konstruktivisme

Konsep Pendidikan Paulo Freire

Paulo  Freire  dilahirkan  di  Refice,  Brazil  bagian  timur  pada  19 September 1921. Paulo Freire wafat tahun 1977. Kiprahnya dalam dunia pendidikan cukup luar biasa terkenal dan fenomenal di tingkat Internasional. Slogan yang dibangun oleh Paulo Freire,” pendidikan untuk orang tertindas (adalah) pendidikan yang harus dilaksanakan dengan, bukan untuk, kaum tertindas (individu atau manusia secara keseluruhan) dalam perjuangan tanpa henti untuk meraih kembali kemanusiaan mereka.Pendidikan ini membuat penindasan dan penyebabnya menjadi objek refleksi kaum tertindas, dan dari refleksi itulah lahir pembebasan (liberation).

Paulo Freire penulis penting dan berpengaruh mengenai teori dan praktek pendidikan kritis abad ke-20. Fokusnya pada peran pendidikan dalam perjuangan kaum tertindas dicirikan dalam meramu dan mengawinkan konsep-konsep pendidikan yang praktis untuk dikerjakan dalam rangka menuntas kebodohan di Brazil. (Syaikhudin, 2012)

Konsep belajar konstruktivisme

Menurut Shymansky dalam karya Agus, mengatakan konstuktivisme adalah aktivitas yang aktif, di mana peserta didik membina sendiri pengetahuannya, mencari arti dari apa yang mereka pelajari, dan merupakan proses menyelesaikan konsep atau ide-ide baru dengan kerangka berfikir yang telah dimilikinya. (Fina Surya Anggraini, n.d.)

Teori belajar konstruktivisme merupakan suatu teori yang mempunyai prinsip bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, namun siswa harus membangun sendiri pengetahuan dalam benaknya. Dalam hal ini teori yang digunakan peneliti diharapkan dapat menambah pengalaman siswa sehingga berpengaruh pada keaktifan siswa di kelas. (Nugroho, 2015)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *