New Learning era Pandemik

  • Whatsapp
Undangan Digital

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa pada semua bidang termasuk bidang pendidikan. Berbagai kebijakan harus diterapkan oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini agar sistem pendidikan terus berjalan.  Kebijakan  merdeka  belajar yang  ditetapkan  oleh  Menteri  Pendidikan menjadi  salah  satu  strategi  yang  siap  diterapkan  dalam  menghadapi  pandemic Covid-19. Kebijakan merdeka belajar, mencakup empat pokok kebijakan yaitu Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) diubah menjadi ujian (asesmen), Ujian Nasional diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter, Rancangan  Perencanaan  Pembelajaran  (RPP)  dipersingkat,  serta  zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi lebih fleksibel. Kebijakan merdeka belajar ini diterapkan oleh bapak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai program yang berupaya untuk menciptakan suasana  belajar  yang  bahagia  bagi  para  guru,  peserta  didik,  serta  orang  tua. Melalui kebijakan ini juga diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang pandai menghafal  tetapi juga menghasilkan  peserta didik yang  memiliki kemampuan menganalisis yang tajam, penalaran serta pemahaman yang baik. Dalam kebijakan merdeka belajar, sekolah, guru, dan peserta didik diberi kebebasan  dalam  berinovasi,  bebas  untuk  belajar  dengan  mandiri  dan  kreatif. Pada era pandemi ini konsep merdeka belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimanapun,  kenyamanan  belajar  peserta  didik,  memecahkan  masalah  sesuai dengan kemampuan peserta didik, menerapkan keterampilan, peserta didik terlibat langsung dalam pengalaman lapangan, serta   peserta didik akan lebih mengenal komputer dan menganalisa data. Dengan konsep merdeka belajar tersebut maka akan   tercipta   smart   education,   smart   learning,   smart   assessment,   smart classroom Pandemi Covid-19 juga membuat sekolah dan kampus diliburkan untuk mencegah resiko penularan. Secara tidak langsung “new normal” dalam dunia pendidikan telah diterapkan. Kegiatan belajar yang biasanya dilakukan   bertatap muka secara langsung digantikan dengan sistem learning from home atau Belajar Dari Rumah (BDR). Kegiatan pembelajaran ini didukung oleh pemerintah dengan memberikan  program  belajar  untukpeserta  didik  dari  jenjang  Taman  Kanak- Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ditayangkan di TVRI.

Pos terkait