Pendidikan Solutif di Era Baru (New Normal) Ditengah Masa Pandemi

  • Whatsapp
Undangan Digital

Kondisi normal baru (new normal) masih belum dapat dipastikan sebagaimana mestinya dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Karena kondisi seperti ini memungkinkan pembelajaran tahun ajaran baru masih dilakukan secara daring, meskipun di beberapa daerah sudah terdapat zona hijau yang artinya sudah diperbolehkan untuk masuk ke sekolah masing-masing.

Pendidikan merupakan suatu tempat untuk mencapai kewajiban bagi seluruh umat manusia. Pendidikan mampu melahirkan hal-hal yang inovatif, kreatif, dalam menapaki setiap zaman. Pendidikan tidak hanya sekedar mentransfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter sangat diutamakan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadikan negara Indonesia terus maju dan modern. Karena setiap zaman pasti akan mengalami perubahan sejalan dengan perubahan yang diperoleh dari proses pendidikan yang didapat itu sendiri.

Bacaan Lainnya

New normal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi yang berbeda dengan situasi sebelumnya dan akan dijadikan suatu kondisi yang lumrah atau biasa. Menurut (Griffith:2020) dalam konteks pandemi, new normal diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada perilaku manusia, dimana manusia akan mengurangi dan membatasi sentuhan secara fisik dan cenderung berjauhan fisik antar manusia.

Di Indonesia wacana penerapan new normal diawali setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pemberian izin pada penduduk berusia dibawah 45 tahun untuk beraktivitas diluar rumah kembali. Bagi pemerintah Indonesia, penerapan new normal adalah untuk pemulihan keadaan sosial-ekonomi yang sudah sangat terpuruk karena pandemi covid 19 dengan tetap mematuhi protocol kesehatan yang sangat ketat.

Sebagai pendidik baik dosen maupun guru adalah panutan untuk mahasiswa atau siswanya. Guru dan dosen merupakan tempat bertanya siswanya. Selain bertanya, siswa biasanya juga menjadikan seorang dosen atau guru tersebut menjadi tempat memecahkan suatu masalah. oleh karna itu, menjadi seorang pendidik diharuskan memilki cara berpikir dan bertindak yang solutif.

Baca Juga :  Hilangnya Pendidikan Pada Anak Usia Sekolah

Membahas tentang berpikir solutif, pasti berkaitan dengan suatu masalah. Nisfie M Hoesein seorang psikolog, menyatakan bahwa berpikir dan bertindak solutif adalah langkah yang tepat saat ingin menyelesaikan suatu masalah. berpikir solutif juga berarti mencari dan menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi. Dalam proses berpikir solutif ada beberapa tahapan agar suatu masalah dapat terselesaikan. Tahap pertama yaitu merasakan. Saat suatu masalah muncul, maka seharusnya akan muncul pula rasa untuk menyelesaikan masalah tersebut dan mencari jalan keluarnya.

Tahap kedua yaitu memahami masalah. setelah merasakan adanya masalah, maka langkah selanjutnya menganalisis masalah tersebut. Penyebab suatu masalah muncul, apakah termasuk masalah yang mudah atau masalah yang ekstrim. Selanjutnya yaitu membuat rencana penyelesaian masalah.

Pos terkait