Implementasi Konsep Merdeka Belajar dalam Sistem Pendidikan Di Era New Normal

  • Whatsapp
Undangan Digital

Hakikat merdeka belajar seringkali disalahpahami oleh sebagian besar orang. Banyak dari mereka beranggapan bahwa konsep merdeka belajar itu adalah “bebas” dari belajar, benar-benar bebas secara harafiah. Padahal, apabila ditilik lebih dalam, pengertian merdeka belajar itu lebih merupakan hak para siswa untuk belajar di luar program belajar yang mereka ikuti, tidak jenuh dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan akademis, serta memperbanyak praktek pembelajaran di lapangan.

Program baru yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengandung makna bahwa belajar tidak harus terpaku pada meja dan kursi saja, akan tetapi dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan lapangan siswa dalam menerapkan ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya secara akademis.

Bacaan Lainnya

Menurut saya pribadi, program merdeka belajar ini bagus sekali. Spektakuler, malah. Ini lebih dikarenakan bahwa sistem pendidikan negeri ini terlalu fokus pada pendidikan akademis, sedangkan pengetahuan lapangan cenderung dikesampingkan atau bahkan diabaikan.

Dengan adanya program merdeka belajar ini, kita sebagai pelajar seperti mendapat angin segar untuk menjajal bagaimana rasanya mengeksplor hal-hal yang belum pernah kita pelajari sebelumnya. Namun, sisi menariknya ialah: sudahkah kita menerapkan program merdeka belajar di periode pendidikan new normal ini?

Kita tentu tahu bahwa di penghujung tahun 2019, dunia dihadapkan pada wabah yang berawal mula dari Tiongkok, yang mana sekarang ini telah menyebar ke hampir seluruh dunia. Akibat dari wabah ini pula, hampir semua sektor mengalami kelumpuhan, termasuk sektor pendidikan. Semua sekolah di seluruh Indonesia tutup di akhir Maret, yang menyebabkan seluruh siswa terpaksa menjalankan pembelajaran daring dari rumah guna memutus rantai penyebaran wabah.

Baca Juga :  Apa kabar generasi bangsa?

Pos terkait