Penerapan hukuman dalam pendidikan

  • Whatsapp
Undangan Digital

Hukuman sebagai bagian dari alat pendidikan tidaklah mutlak digunakan. Seorang pendidik tidak bebas sedemikian rupa untuk menghukum peserta didiknya. Hukuman di dalam pendidikan bersifat relatif dan kondisional, yakni kesalahan atau pelanggaran yang sama belum tentu mendapat hukuman yang sama pula, karena mereka berada dalam kondisi dan situasi yang berbeda pula termasuk orang yang menjatuhkan hukuman juga berbeda.

Suhartian mengemukakan pula mengenai syarat penerapan hukuman sebagai berikut :

Bacaan Lainnya

a. Apabila merupakan ancaman hendaknya ancaman itu masuk akal. Sebagai contoh yang salah, misalnya: “awas kamu apabila nakal, nanti saya gantung di pohon itu”, ngerti!.
b. Hukuman hendaknya dilaksanakan dengan segera jangan ditunda. Alasannya agar timbul assosiasi untuk perbuatan yang tercela dengan hukuman, sehingga apabila anak akan berbuat jelek, teringat akan hukuman.
c. Hukuman harus seimbang dengan kesalahan.
d. Bagi anak, harus jelas perbuatan mana yang menyebabkan ia memperoleh hukuman. Apabila tidak jelas hukuman menjadi tidak efektif.
e. Harus terasa oleh anak bahwa hukuman ini terpaksa diberikan tidak asal dihukum, tetapi demi kepentingan peserta didik.
f. Orang tua (pendidik) hendaknya menghukum harus dalam keadaan sadar, agar tidak terkesan balas dendam.
g. Hukuman adalah alternatif terakhir.
h. Hukuman harus diakhiri dengan nasehat dan memaafkan anak.

Persyaratan-persyaratan ini dimaksudkan, agar seorang pendidik berhati-hati dan menghindari adanya perbuatan sewenang-wenang dalam penerapan hukuman. Akibat dari pemberian hukuman terhadap anak, kadang-kadang bisa menimbulkan kebencian pada diri anak dan menjadikan anak menjadi menderita bahkan frustasi.

Selanjutnya Alisuf Sabri juga mengemukakan syarat-syarat dalam menerapkan hukuman sebagai berikut :

Baca Juga :  Perbedaan dan Persamaan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

a. Hukuman harus diberikan atas dasar cinta kasih sayang.
b. Hukuman diberikan karena suatu keharusan, artinya tidak ada lagi alat pendidikan lain yang dapat dipergunakan.
c. Pemberian hukuman harus dapat menimbulkan kesan kesadaran dan penyesalan dalam hati anak didik.
d. Pemberian hukuman akhirnya harus diikuti dengan peberian ampunan dan disertai dengan harapan kepercayaan bahwa anak sanggup memperbaiki dirinya.

Hukuman merupakan alat pendidikan yang berfungsi sebagai petunjuk untuk memperkenalkan kepada anak tentang mana yang benar, mana yang baik dan mana yang tidak baik. Namun perlu diingat bahwa hukuman boleh dipakai bila tiada alat lain yang dapat mengarahkan peserta didik

Pos terkait