Sistem Kekerabatan Masyarakat Nelayan

  • Whatsapp
Undangan Digital

Dalam masyarakat nelayan, keluarga dikenal sebagai satuan kehidupan sosial yang terpenting. Menurut pola kehidupan masyarakatnya, keluarga merupakan unit dasa, sementara rumah tangga merupakan tempat tinggal. Di dalam keluarga, anggota rumah tangga dibesarkan dan dijadikan sebagai manusia, dengan suatu identitas masyarakat. Karena di dalamnya, mereka memperoleh proteksi atau perlindungan serta pertolongan dari anggota- anggota keluarga atas segala kesulitan atau bahaya yang mengancam baik pada masa anak-anak, dewasa, maupun ketika menjadi tua jompo.

Keluarga merupakan segala-galanya dalam kehidupan masyarakat. Fungsi pokoknya adalah menjamin kebutuhan hidup keturunannya dan melestarikan ikatan kekeluargaan. Sebab, hubungan diantara anggota keluarga merupakan hubungan perorangan yang mendalam dan belangsung lama.

Bacaan Lainnya

Jadi, bukan semata dalam batas dilahirkan oleh sepasang orang tua yang sama atau satu keturunan, tetapi juga terdapat hubungan persahabatan mendalam yang terwujudkan dalam bentuk saling berkorban, saling tolong menolong, dan saling melindungi sehingga menjadi hubungan erat diantara kerabat. Model hubungan demikian sering disebut dengan hubungan pengabdian, karena ada keterkaitan dan jaringan yang tidak terpisahkan dengan penguasaan maupun fungsi lahan, terutama dari subsistem secara keseluruhan.

Sistem hubungan yang berlaku di atas sangat dipengaruhi oleh pola perkawinan suami dan istri. Masyarakat adat melalui kekuatan ikatan sosialnya menetapkan bahwa hubungan dalam keluarga seperti diatas telah mendasari suatu keluarga atau rumah tangga yang dibentuk dengan sistem perkawinan, yaitu istri masuk dan menjadi bagian dari keluarga suami. Prinsip ini menetapkan garis kekerabatannya yang hanya menghubungkannya dengan keluarga suami.

Tradisi ini menggaris bawahi peran suami istri, di mana suami adalah kepala dan pemimpin keluarga yang berkewajiban memberikan proteksi terhadap anak-anak, istri, dan seluruh anggota keluarganya, baik psikologis maupun kesejahteraan jasmani. Sedangkan istri sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab dengan aktivitas domistiknya, seperti menyediakan makan untuk suami dan anaknya, mengasuh anak, memerhatikan pendidikan anak, maupun sosialisasi anak.

Baca Juga :  Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Perilaku Anak Didik

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh pemberdaya masyarakat nelayan dalam mewujudkan pendekatan sosial budaya ini adalah dengan mengedepankan pikiran, tindakan, dan sikap sebagai berikut:
a. Mewujudkan rasa simpati, empati, dan kepekaan sosial terhadap kehidupan masyarakat, khususnya peduli pada kesulitan-kesulitan sosial ekonomi yang mereka hadapi setiap hari.

Pos terkait