Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engeneering, dan Mathematics)

  • Whatsapp

Pendekatan STEM merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang berkembang di Era Revolusi Industri 4.0. STEM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering dan Mathematics. Pembelajaran dengan pendekatan STEM diidentifikasikan sebagai pembelajaran yang menggabungkan empat disiplin ilmu yaitu Science, Teknologi, Engineering dan Mathematics dengan memfokuskan proses pembelajaran yang mengeksplorasi dua atau lebih bidang yang melibatkan siswa aktif dalam konteks pemecahan masalah dalam dunia nyata (Sanders, 2009); Roberts, 2012); Bybee, 2013). Lebih jauh, Roberts dan Bybee menyatakan bahwa ke-empat disiplin ilmu yang terintegrasi dalam STEM tersebut harus menjadi satu kesatuan yang holistik.

Tujuan pembelajaran dengan pendekatan STEM yaitu agar siswa memiliki literasi sains dan teknologi yang terlihat dari kemampuannya membaca, menulis, mengamati, dan melakukan sains, serta mampu mengembangkan kemampuan tersebut untuk diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari terkait bidang ilmu STEM (Bybee, 2013).

Bacaan Lainnya

Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, Pendidikan STEM memiliki tujuan mengembangkan siswa yang paham akan STEM (Bybee, 2013), yang mempunyai: 1. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memecahkan masalah dunia nyata, mendesain, menjelaskan fenomena alam, dan menyimpulkan berdasar bukti yang ada mengenai STEM; 2. Memahami karakteristik STEM sebagai penyelidikan, pengetahuan, serta desain yang dikemukakan; 3. Lingkungan material, intelektual dan kultural dibentuk akan kesadaran terhadap disiplin STEM; 4. Keterlibatan dalam kajian STEM sebagai warga negara yang peduli, konstruktif, dan reflektif yang menggunakan ide-ide sains, teknologi, engineering dan matematika.

Baca Juga: Pembelajaran TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)

STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang diyakini sejalan dengan ruh Kurikulum 2013. Implemetasi STEM pada pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia dimaksudkan untuk menyiapkan siswa Indonesia dalam memperoleh keterampilan abad 21, yaitu keterampilan berpikir kritis, kreatif dan inovatif, mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi.

Baca Juga :  Mengenal Sendang Banyu Biru

Penerapan STEM dalam pembelajaran harus menekankan beberapa aspek yaitu: a. Mengajukan pertanyaan dan mejelaskan masalah; b. Mengembangkan dan menggunakan model; c. Merancang dan melaksanaan penelitian, d. Menginterpretasi dan menganalisis data; e. Menggunakan pemikiran matematika dan komputasi, f. Membuat penjelasan dan merancang solusi; g. Berpartisipasi dalam kegiatan argumentasi yang didasarkan pada bukti yang ada; h. Mendapatkan informasi, memberikan evaluasi dan menyampaikan informasi (National Research Council, 2012).

Dalam merancangan pembelajaran dengan pendekatan STEM, ada beberapa langkah yang haus dilakukan, yaitu: a. Melakukan analisis Kompetensi Dasar (KD). Analisis KD dimaksudkan untuk mengidentifikasi KD 3 dan KD 4 yang mengandung muatan STEM sehingga berpotensi untuk dibelajarkan menggunakan pendekatan STEM. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua KD mengandung muatan STEM. b. Mengidentifikasi topik yang sesuai dengan KD, yaitu topik yang mengandung muatan STEM sehingga dapat dibelajarkan melalui pendekatan STEM. c. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi. d. Melakukan analisis materi STEM, kemudian mendeskripsikan materi STEM yang dikandung oleh KD 3 dan KD 4.

Baca Juga: Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)

Penerapan STEM dalam pembelajaran harus menekankan beberapa aspek yaitu: a. Mengajukan pertanyaan dan menjelaskan masalah; b. Mengembangkan dan menggunakan model; c. Merancang dan melaksanaan penelitian; d. Menginterpretasi dan menganalisis data; e. Menggunakan pemikiran matematika dan komputasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar