Hakikat Media Pembelajaran

  • Whatsapp

Media pembelajaran secara etimologis terdiri dari dua kata, yakni media dan pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah memiliki arti “perantara” atau “pengantar” pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan (Heinich, 2002). Pembelajaran merupakan interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Kemdikbud, 2014).

Dengan demikian, media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang menjembatani interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan sumber belajar, sehingga pesan berupa informasi atau pengetahuan dapat diterima oleh peserta didik. Hal ini relevan dengan pernyataan Sadiman (1986) dan Miarso (1989) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.

Bacaan Lainnya

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan atau keterampilan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang efektif. Menurut Briggs (1977), media pembelajaran adalah sarana fisik untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya proses belajar terjadi atau untuk menyampaikan isi materi pembelajaran baik audio, visual maupun audiovisual.

Menurutnya, media pembelajaran dapat menjembatani proses belajar peserta didik mengenai materi pembelajaran yang bersifat abstrak melalui benda-benda fisik yang dapat diamati oleh peserta didik atau dapat dibayangkannya. Dengan demikian, materi pembelajaran yang sulit untuk disampaikan kepada peserta didik dapat dijembatani oleh media pembelajaran sehingga lebih mudah untuk dipahaminya.

Baca Juga :  Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Kurikulum di Indonesia

Santyasa (2007, hlm. 3) menyatakan bahwa media digunakan dalam proses komunikasi, termasuk kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yakni guru sebagai komunikator, bahan pembelajaran sebagai pesan, media pembelajaran sebagai pembawa pesan, peserta didik sebagai komunikan, dan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan berupa bahan pembelajaran sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *