Implementasi Manajemen Kurikulum Di Lembaga AUD Era Pandemi Era Pandemi

Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembangan kurikulum ( curriculum devoloper) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk pencapai tujuan pendidikan nasional.

Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (intruction/pengejaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini , tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak , sedangkan apa yang terjadi disekolah /kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang di rencanakan . perbedaan titik pandang ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dan ahli pengejaran. Baik ahli kurikulum maupun ahli pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas , tetapi dengan latar belajang teoretis dan tujuan yang berbeda .

Bacaan Lainnya

Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang setrategis , karena seluruh kegiatan kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Begitu pentingnya kurikulum sebagai sentra kegiatan pendidikan maka harus benar-benar di kembangkan. Pengembangan kurikulum dilakukan karena sifat kurikulum yang dinamis , selalu berubah, menyesuaikan diri dengan kebutuhan mereka yang belajar mengalami perubahan maka langka awal dalam perumusan kurikulum iala penyelidikan mengenai situasi (situation analysis) yang kita hadapi , termasuk situasi lingkungan belajar dalam artian  menyeluruh , situasi peserta didik, dan para calon pengajar yang diharapkan melaksanakan kegiatan.

Baca Juga :  Peran Filsafat Ilmu Dalam Pendidikan

Implementasi Manajemen Kurikulum Di Lembaga AUD Era Pandemi

Implementasi adalah proses mewujudkan rencana. Menejemen implementasi adalah tata kelola dan kepemimpinan yang bertindak dengan ide, rencana, metode, desain, prinsip, etika, dan motivasi untuk melakukan dalam upaya mewujudkan tujuan . oleh karena itu , implementasi adalah sebuah proses tindakan yang harus konsisten dan patuh pada rencana awal yang sudah sangat terkalkulasi risiko dan manfaatnya. Jadi, menejemen implementasi mencakup semua proses keterlibatan dan keterhubungan pihak-pihak terkait, teknologi, pengetahuan, keterampilan, sistem, prosedur, tata kelola, kepemimpinan, etika dan intergritas pribadi, dari awal hingga akhir untuk mendapatkan sebuah harapan baru sesuai tujuan dan lingkungannya , termasuk keberanian untuk membuat perubahan yang diperlukan sesuai resiko dan tantangan.

Menejemen implementasi merupakan kelanjutan dari menejemen perubahan. Sebelum bertindak ke menejemen implementasi , ada baiknya mental dan pengetahuan orang-orang dipersiapkan dengan sempurna, agar setiap proses perubah dapat di terapkan dalam antusiasme yang tinggi, tertib, terkontrol, sistematis,penuh disiplin, dan saling bertangung jawab untuk melakukan perubahan yang di inginkan. Termasuk , perlu disiapkan steategi implementasi , agar dapat mengelola sumber daya manusiah dan memangku kepentingan yang terlibat dalam proses implementasi tersebut. Dan juga , kepemimpinan yang fokus pada efisien dan efektifitas , terutama pada operasional dari setiap titik proses implementasi yang detail. Proses implementasi membutuhkan motivasi , koordinasi,dan kolaborasi yang sangat kuat dan solid.oleh karena itu , keterampilan kepemimpinan yang unggul akan menjadi penentu dan kualitas akhir implementasi.

Proses impelemtasi akan menciptakan masa transisi atau perubahan dari yang lama ke yang baru . di sini, diperlukan sebuah kemempuan adaptif dan persiapan untuk menggunakan cara atau sistem yang baru .priode migrasi dari sistem yang ada ke sistem yang baru sangat berpotensi menghadapi resistensi terhadap perubahan. Sebab kebiasaan lama biasanya sudah menguasai pikiran alam bawa sadar. Oleh karena itu, potensi sabotase terhadap perubahan mungkin terjadi tanpa sadar, hal ini sangat menentukan keberhasilan sebuah proses implementasi.

Baca Juga :  SKL dan CPL Program  Studi  Sarjana  pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Fakultas  Agama  Islam pada Perguruan Tinggi

Implementasi adalah fase antara keputusan dan realisasinya. Oleh karena itu, implementasi harus dapat ditempatkan dalam sebuah rangkaian , dimana interaksi secara terus menerus harus terjadi, antara memiliki ide ,pembuat konsep,para ahli untuk realisasi ide, dan orang-orang yang bertindak disetiap titik proses implementasi. Jadi, pihak yang mencari tujuan akhir harus mendapatkan hak mereka dengan sebuah akhir implementasi yang sempurna dan kualitas

Pelaksanaan implementasi yang efektif haruslah mengatasi kesenjangan antara niat dan janji, prestasi dan kinerja aspirasi, resep dan rialitas . implementasi terdiri dari kemampuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara yang dipilih.implementasi harus menjadi proses yang interatif dan dinamis, serta dibagun dari fondasi hubungan yang solit dalam rangkaian hubungan dengan maksut dan tujuan , dengan impian dan harapan , dengan cita-cita dan tujuan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *