Buku Panduan Implementasi Moderasi Beragama di Madrasah

Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Hal itu menunjukan bahwa meskipun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai berbagai suku bangsa, ras, dan agama, tetap harus menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, kenegaraan, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran hidup bersama dengan rukun, gotong-royong, harmonis, adil, makmur, dan sejahtera.

Bacaan Lainnya

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bertanggung jawab dan menjadi warga negara yang demokratis. 

Seiring dengan semakin berkembangnya arus informasi dan globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan, bila tidak diantisipasi dikhawatirkan dapat membawa dampak negatif terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,  NKRI dan UUD 1945. 

Tatanan kehidupan bangsa tersebut, jika tidak dirawat dan dilestarikan dari generasi ke generasi, dapat menimbulkan berbagai keprihatinan terhadap situasi bangsa berupa ancaman disintegrasi, konflik horizontal, pertentangan antar kelompok agama dan suku, penistaan terhadap kelompok masyarakat tertentu, korupsi, aksi terorisme dan sebagainya. 

Baca Juga :  Tujuan dan Orientasi hidup manusia dalam islam

Hal yang perlu diantisipasi juga adalah menjamurnya paham radikalisme atas nama agama yang mengesampingkan nilai kemanusiaan dan sikap merasa benar sendiri sering menjadi salah satu pemicu lahirnya terorisme, bahkan golongan ini sering menggunakan media sosial sebagai alat propaganda dan agitasi yang cenderung destruktif.

Baca Juga: Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah

Menghadapi hal tersebut, komitmen kebangsaan, pemahaman dan penerapan nilai pancasila dan subtansi Islam rahmatan lil ‘ālamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus menjadi prioritas utama untuk dilestarikan antar generasi, termasuk lewat dunia pendidikan. Dengan ini diharapkan akan semakin banyak lahir generasi bangsa yang moderat yang mampu mewujudkan kehidupan berbangsa yang harmonis, menjunjung tinggi toleransi, demokrasi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, peduli sosial, dan keadilan. Untuk lebih jelasnya unduh disini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *