Erick Thohir Dan Gebrakannya

Erick Thohir Dan Gebrakannya, Presiden Joko Widodo memperkenalkan Menteri BUMN, Erick Thohir. Bukan tanpa alas an, Presiden Jokowi memilihnya sebab latar belakangnya sebagai pemegang saham Persib Bandung, mantan pemilik Inter Milan, pemegang saham klub NBA Philadelphia 76ers, ketua panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), ketua tim Pemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, mantan ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Tentu saja bukan baru seorang Erick Thohir menjalankan bisnis besar yang dalam hal ini adalah bisnis Negara Indonesia. 

Erick Thohir memang belum lama menjabat sebagai Menteri BUMN. Namun, sederet gebrakannya sudah dilakukan. Mulai dari pembentukan task force untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga aksi bersih-bersih di tubuh BUMN. Pada 4 November 2019, task force dibentuk oleh menteri BUMN dan dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Chandra Dwiputra. Dengan hadirnya satgas diharapkan proyek kereta cepat ini tidak molor karena ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2021.

Gebrakan lain yang dilakukan Erick Thohir adalah mengangkat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Chandra Hamzah sebagai komisaris utama BTN. Penunjukan Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Erick mengakui menginginkan figur pendobrak yang dapat membantu perusahaan migas itu mencapai target-target yang telah ditentukan. Sementara itu, Chandra Hamzah dipilih menjadi komisaris utama karena memang background-nya adalah hukum.

Baru-baru ini, Erick memutuskan memberhentikan lima anggota dewan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terlibat dalam skandal penyelundupan motor gedhe atau moge Harley Davidson dan sepeda Brompton yang ditaksir merugikan negara sebesar 1,5 miliar rupiah. Skandal itu melibatkan Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askhara. Dalam penerbangan tersebut ada tiga direksi maskapai BUMN tersebut yang tercatat dalam manifest. Sementara satu direktur lainnya memuluskan operasi tersebut.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Oleh : Zuha Prisma Salsabila

Tags: