Macam-macam Tes dalam Evaluasi Pembelajaran

  • Whatsapp
Undangan Digital
Dalam proses pembelajaran hal terpenting yang menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Pemahaman terhadap evaluasi pembelajaran merupakan syarat wajib bagi guru agar mampu menilai hasil belajar siswa dengan baik. Dengan begitu guru akan mengetahui sejauh mana penyampaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Evaluasi pembelajaran dapat mendorong siswa agar semangat dalam belajar, dan mendorong guru untuk meningkatkan kualitas dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukannya guru yang mampu mengajar dengan baik dan dapat melakukan evaluasi pembelajaran dengan baik pula.

Adapun evaluasi atau penilaian yang tergolong dalam test adalah: Penilaian penempatan (placement test)

Tes penempatan atau disebut dengan (Placement Assessment) yaitu tes yang dilakukan untuk memasuki sebuah institusi mengukur tingkatan keterampilan siswa dibidang tertentu.[1]

Bacaan Lainnya

  1. Bentuk tes penempatan
  2. Tes Tertulis

Tes ini dapat berupa soal atau pilihan ganda dan uraian yang akan di ujikan kepada peserta didik.

  • Tes Wawancara

Pengertian dari tes ini secara umum yaitu mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang akan dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan dengan tujuan yang telah ditentukan.[2]

  • Cara Kerja Tes penempatan

Pelaksanaan tes penempatan ini biasanya dilakukan diawal pembelajaran tujuannya yaitu untuk mengetahui seberapa tingkat kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Cara kerja tes ini yaitu:

  1. Menyediakan tes tulis
  2. Menentukan tingkatan level untuk masing-masing jenjang kriteria peserta didik
  3. Melakukan pemeriksaan terhadap tes yang dilakukan dengan menggunakan pertimbangan jenjang kriteria yang dibuat
  4. Hasil jenjang kriteria mennetukan sejauh mana level tingkatan peserta didik.

Dalam tahapan ini harus diperhatikan juga tahapan pelaksanaan tes penempatan didasarkan oleh dua faktor yaitu faktor usia dan faktor latar belakang kedua faktor ini digunakan sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan tes penempatan.[3] Penilaian Diagnostik

Baca Juga :  Pendidikan Jarak Jauh di Era Pademi

Test diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa karena kesulitan yang dihadapi antara siswa satu dengan yang lain tidak sama. Pelaksanaan Tes Diagnostik dilakukan guru sebagai langkah awal dalam menentukan dimana proses belajar mengajar telah atau belum dikuasai. Didalam penggunaannya tes diagnostik berusaha mengungkap karakteristik dan kesulitan apa yang ada dalam pembelajaran sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengambil keputusan dalam mencari jalan pemecahan.

Bambang Subali menjelaskan bahwa keputusan melakukan tes diagnostik sebelum pelajaran dimulai pada peserta didik yakni dengan melakukan tes diagnostik pada saat sebelum pembelajaran guru dapat mengambil sikap perlu tidaknya pserta didik diberikan pelajaran ekstra agar mampu menguasai pelajaran yang sesuai prasyarat yang belum dikuasai.[4]

Contoh tujuan khusus pembuatan tes diagnostik adalah untuk menjawab suatu pertanyaan: apakah siswa mengalami kesulitan dalam belajar bahasa inggris ketika di grammar atau memang kosa kata yang mereka ketahui hanya sedikit?  Atau mereka tidak mengerti konsep dominan resesif? Jadi, pada dasarnya inti dari tujuan tes diagnostik adalah pada letak pencarian tersulit peserta didik dalam memahami atau mempelajari suatu mata pelajaran sehingga yang harus dilakukan adalah memberi remidi atau perbaikan untuk menjadi lebih efektif dan menjuru pada letak permasalahan peserta didik.

Adapun soal-soal untuk test dignostik ini biasanya didasarkan atas kesulitan-kesulitan siswa dengan bentuk soal yang mudah. Sedangkan pelaksanaan test diagnostik ini bisa bersifat individual atau bisa bersifat kelompok jika kesulitan itu dialami oleh semua anak. Penggunaan test diagnostik dalam kelas adalah penting dalam rangka memberikan bimbingan dan bantuan kepada siswa yang mengalami kegagalan. Penilaian Formatif

Pos terkait